Beranda / Pemkab Sukamara / Sukamara Siaga Karhutla: Ratusan Hektare Lahan Terbakar dan Ribuan Titik Panas Terdeteksi

Sukamara Siaga Karhutla: Ratusan Hektare Lahan Terbakar dan Ribuan Titik Panas Terdeteksi

Loading

SUKAMARA – Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, hingga akhir Agustus 2026 masih menetapkan status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini diambil seiring maraknya penemuan titik panas serta meluasnya area lahan yang terbakar di wilayah tersebut.
Berdasarkan data aplikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) per 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, terdeteksi sebanyak 1.162 titik panas (hotspot). Sebaran titik panas tersebut mencakup Kecamatan Pantai Lunci (427 titik), Jelai (389 titik), Sukamara (174 titik), Permata Kecubung (148 titik), dan Balai Riam (24 titik). Sementara itu, pemantauan melalui sistem SIPONGI menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 3.412 titik panas pada periode yang sama.
Dampak dari tingginya jumlah titik panas tersebut menyebabkan cakupan lahan terbakar cukup luas. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara, Anderson, menyampaikan bahwa total luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 29 Agustus 2026 telah mencapai 444,95 hektare. Dari jumlah tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 204,35 hektare.
Proses penanganan karhutla di lapangan masih menemui berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki BPBD. Untuk mengatasi kendala tersebut, koordinasi ketat terus dilakukan bersama TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta instansi terkait lainnya.
Guna memperkuat mobilitas dan pemantauan di titik-titik rawan, BPBD Sukamara mendapat tambahan dukungan berupa selang pemadam dan dua unit sepeda motor patroli dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu terjadinya karhutla.
Baca Berita :  Bupati Sukamara Imbau Sekolah Batasi Aktivitas Luar Ruangan Akibat Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *