![]()
SUKAMARA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, mengalami peningkatan tajam sepanjang bulan Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukamara mencatat total 407 kasus ISPA berdasarkan akumulasi laporan dari lima puskesmas di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Ari Junita, mengonfirmasi bahwa lonjakan kasus pernapasan ini dipengaruhi oleh penurunan kualitas udara akibat maraknya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Penanggulangan dan Pencegahan (P2 ISPA) Kabupaten Sukamara, tren kasus mengalami lonjakan drastis pada pekan terakhir bulan Agustus:
-
Minggu Pertama: 112 kasus
-
Minggu Kedua: 96 kasus
-
Minggu Ketiga: 60 kasus
-
Minggu Keempat: 139 kasus
Puskesmas Sukamara mencatat jumlah pasien terbanyak, yakni 206 kasus (73 kasus pada minggu pertama, 61 kasus minggu kedua, 28 kasus minggu ketiga, dan 44 kasus minggu keempat). Lonjakan paling signifikan terjadi di wilayah kerja Puskesmas Balai Riam yang melonjak hingga 77 kasus pada minggu keempat, dengan total 118 kasus selama Agustus. Sementara itu, Puskesmas Permata Kecubung mencatat 38 kasus, Puskesmas Pantai Lunci 32 kasus, dan Puskesmas Jelai 13 kasus.
Meskipun laporan pada minggu pertama September 2026 menunjukkan ketiadaan kasus baru yang tercatat, Dinkes Sukamara tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah.
Ari Junita mengimbau seluruh warga agar senantiasa menjaga kondisi fisik, membatasi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk, serta disiplin menggunakan masker. Warga yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.









