![]()
SUKAMARA – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sukamara kini membawa ancaman serius bagi ketersediaan air bersih warga. Sumber air baku utama milik Perumdam Tirta Sukma, yaitu Embung Tempenek yang berlokasi di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, mengalami penurunan debit air secara drastis hingga sebagian besar area kolam mengering.
Kondisi pasokan air baku tersebut saat ini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dari lima kolam penampungan yang ada di Embung Tempenek, kini hanya tersisa satu kolam yang masih menampung genangan air.
Direktur Utama PDAM Tirta Sukma, Ko Raharjo, menyatakan bahwa pihaknya harus bertindak cepat dan tidak bisa tinggal diam menunggu hingga sumber air benar-benar habis. Guna mempertahankan pasokan air baku agar tetap dapat diolah menjadi air bersih, petugas lapangan terpaksa melakukan tindakan darurat.
Para petugas bersama pihak terkait bergotong-royong membuat alur air atau sodetan secara manual menggunakan cangkul. Parit-parit kecil ini dibuat untuk menyambungkan sisa genangan air menuju titik intake pompa pengolahan. Langkah darurat ini menjadi satu-satunya upaya untuk memanfaat secara maksimal sisa debit air yang kian terbatas.
Meski demikian, upaya pengalirannya menghadapi tantangan berat karena debit air yang terus menyusut dari hari ke hari. Pihak PDAM kini terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di lapangan. Jika hujan tidak kunjung turun dalam waktu dekat, potensi krisis air baku di wilayah tersebut dikhawatirkan akan semakin meluas dan memburuk.









