![]()
Sukamara – Menghadapi musim kemarau dan ancaman kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah, masyarakat Kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung bersama Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Salat Istisqa di Desa Natai Kondang pada Senin, 14 September 2026.
Pelaksanaan salat berjamaah untuk memohon turunnya hujan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukamara, Masduki, beserta ratusan warga dari dua kecamatan. Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam mengatasi dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Sebelum pelaksanaan ibadah dimulai, Bupati Masduki menyerahkan bantuan masker secara langsung kepada para jamaah. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla yang kian memburuk.
“Jika kondisi asap semakin tebal, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selalu gunakan masker untuk melindungi diri, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan gangguan pernapasan,” imbau Masduki.
Selain mengimbau penanganan dampak asap, Masduki menegaskan pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta seluruh masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat cuaca yang sangat kering memicu api menyebar dengan cepat.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan sekitar. Jangan membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dampaknya sangat luas dan merugikan banyak orang,” tegasnya.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini diharapkan menjadi sarana memohon perlindungan dan pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun menyegarkan wilayah Sukamara.
“Semoga doa dan upaya kita bersama diijabah oleh Allah SWT, sehingga hujan segera turun membawa keberkahan dan kesejukan bagi seluruh warga Sukamara,” pungkas Masduki.









