Beranda / Pemprov Kalteng / Hadapi Dampak Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Distribusikan Air Bersih untuk Warga Kalteng

Hadapi Dampak Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Distribusikan Air Bersih untuk Warga Kalteng

Loading

MELEKDONG, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menginstruksikan pendistribusian air bersih secara masif ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah ancaman kabut asap.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan sumber air maupun terdampak kabut asap.

Pendistribusian air bersih dilakukan dengan mengerahkan berbagai armada, mulai dari truk tangki, tandon air portabel, hingga kendaraan operasional BPBD. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau permukiman warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi darurat.

“Kami tidak bisa memadamkan asap dalam satu hari. Tapi kami bisa memastikan hari ini ibu-ibu bisa memasak, anak-anak bisa mandi, dan keluarga bisa minum air bersih,” ujar Agustiar Sabran, Senin (1/9/2026).

Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas

Agustiar mengatakan, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan gangguan kesehatan akibat asap. Kondisi lingkungan yang terjadi juga dapat berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas sumber air masyarakat.

Karena itu, menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih harus menjadi salah satu prioritas dalam penanganan situasi darurat.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat daerah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya titip pesan kepada semua jajaran. Kalau ada warga yang kekurangan air di tengah asap seperti sekarang, itu tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ada yang merasa dibiarkan. Pemerintah harus hadir paling depan,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan distribusi, Pemprov Kalteng juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan daerah air minum (PDAM), pihak swasta, komunitas, relawan, dan unsur terkait lainnya.

Baca Berita :  Sungai Jelai Mulai Payau Akibat Kemarau, PDAM Sukamara Siasati Pengolahan Air Baku

Penambahan armada serta titik distribusi terus dilakukan agar bantuan air bersih dapat segera menjangkau masyarakat di wilayah terdampak.

Selain itu, posko pengaduan juga disiapkan agar masyarakat dapat melaporkan wilayah yang belum mendapatkan akses distribusi air bersih.

Respons Cepat untuk Lindungi Masyarakat

Gubernur menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, terutama dalam situasi yang berpotensi mengganggu kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Kami bergerak cepat karena ini soal kesehatan. Anak kecil yang batuk, lansia yang sesak, itu tidak bisa menunggu rapat. Begitu laporan masuk, tim harus langsung jalan,” katanya.

Menurut Agustiar, seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla dan dampaknya memang menghadapi tantangan berat di lapangan. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

“Saya tahu kita semua lelah, terlebih mereka yang bertugas dalam upaya penanggulangan karhutla. Tapi percayalah, setiap tetes air yang kita distribusikan hari ini adalah bentuk cinta kita kepada sesama. Kita jaga satu sama lain,” ujarnya.

Ia pun mengajak ASN, relawan, komunitas, dan masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi dampak karhutla.

“Pesan saya, mari kita perkuat gotong royong. ASN turun, relawan turun, masyarakat saling bantu. Insyaallah, dengan kebersamaan kita akan lewati ini. Tuhan menjaga Kalteng,” pungkas Agustiar Sabran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *