![]()
SUKAMARA – Dampak musim kemarau dan meningkatnya paparan kabut asap mulai memicu lonjakan gangguan kesehatan di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara mencatat sebanyak 146 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hanya dalam pekan pertama September 2026.
Data Laporan P2 ISPA Kabupaten Sukamara yang terhitung hingga 7 September 2026 tersebut kini menjadi perhatian serius pihak terkait. Lonjakan ini menyusul tren bulan sebelumnya, di mana jumlah kasus ISPA sepanjang Agustus 2026 sempat menyentuh angka 407 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Achmad Yani, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan kasus ISPA di wilayah tersebut. Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan dampak buruk penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.
“Kondisi kemarau dan kabut asap memicu penurunan kualitas udara yang berisiko tinggi terhadap gangguan saluran pernapasan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan,” ujar Achmad Yani.
Guna mengurangi risiko paparan, Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk:
-
Mengurangi aktivitas outdoor: Sebaiknya membatasi kegiatan di luar rumah jika konsentrasi asap semakin tebal.
-
Penggunaan masker: Wajib menggunakan masker pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
-
Pemeriksaan dini: Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lain yang tidak kunjung membaik.
Di tengah kondisi cuaca yang masih sangat kering, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap waspada dan saling bekerja sama menjaga kesehatan guna menekan risiko penyakit akibat paparan asap karhutla.









