![]()
SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara bergerak cepat menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merusak infrastruktur warga. Jembatan penghubung di Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, yang ambruk akibat dilalap si jago merah, berhasil diperbaiki dan kembali dapat dilintasi warga hanya dalam hitungan jam.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu malam, 13 September 2026. Api yang berasal dari area karhutla di sekitar lokasi merembet ke bagian bawah jembatan dan membakar kayu penopang utama. Struktur jembatan pun ambruk, sehingga membuat akses transportasi warga terputus total. Padahal, jembatan ini merupakan urat nadi mobilitas harian serta jalur utama perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi kejadian kritis ini, Bupati Sukamara, Masduki, langsung meninjau lokasi bencana dan menginstruksikan perbaikan darurat secara maraton dari malam hingga Senin pagi, 14 September 2026.
“Penanganan darurat langsung dipacu sejak malam hari mengingat vitalnya fungsi jembatan sebagai akses tunggal mobilitas harian dan perputaran ekonomi warga setempat,” ujar Masduki, Selasa, 15 September 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus tanggap dan bergerak cepat ketika sarana vital masyarakat terganggu.
Berkat kerja keras tim di lapangan, perbaikan jembatan rampung pada Senin pagi dan akses jalan resmi dibuka kembali untuk melayani aktivitas warga.
Insiden ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi Pemkab Sukamara di tengah meningkatnya ancaman karhutla yang kini tak hanya merusak lahan, tetapi juga mengancam fasilitas publik. Untuk menanggulangi ancaman tersebut, Pemkab Sukamara terus memperkuat sinergi dengan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga jajaran perangkat daerah dan elemen masyarakat.









