![]()
BALAI RIAM – Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, memangkas jarak serta membuka akses pendidikan dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Dampak positif infrastruktur ini disampaikan oleh Febrian Sibarani, siswa SMAN 1 Balai Riam asal Desa Jihing, saat bertemu Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran pada Kamis (27/8/2026). Febrian menceritakan bahwa sebelum jembatan ini dibangun, warga harus memutar perjalanan melalui jalur Kalbar dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Kondisi tersebut memaksa para pelajar berangkat dari rumah sejak pukul 05.00 WIB.
Setelah Jembatan Garuda resmi beroperasi, waktu tempuh perjalanan berkurang drastis menjadi hanya sekitar 30 menit. Pemangkasan waktu ini mempermudah para pelajar menjangkau fasilitas pendidikan serta aktivitas perekonomian masyarakat perbatasan di kawasan Balai Riam.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat terus memutus keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas antarprovinsi, dan membawa manfaat jangka panjang bagi perkembangan generasi muda di wilayah perbatasan Kalteng dan Kalbar.









