![]()
MELEKDONG, BATULICIN — Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama sebagai langkah spiritual menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Acara yang berlangsung di Ruang Terbuka Depan Masjid Al-Falah, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menekankan pentingnya menyelaraskan doa dengan tindakan nyata di lapangan. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta aktif mencegah potensi kebakaran lahan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, mari kita bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Tanah Bumbu senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, perlindungan, serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla,” tutur Andi Rudi Latif.
Menurutnya, penanganan dan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Koordinasi yang kuat diyakini menjadi kunci dalam menjaga keamanan serta kenyamanan wilayah Tanah Bumbu.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah dari Al Habib Musthafa Bin Abdullah Alaydrus (Pimpinan Majelis Dzikir Syamsi Syumus Indonesia) dan Habib Hasan Bin Ahmad Alawi Assegaf asal Tarim, Hadramaut. Bupati berharap melalui doa bersama ini, Tanah Bumbu dijauhkan dari bencana serta dilimpahi hujan yang membawa keberkahan.









