![]()
MELEKDONG, PALANGKA RAYA — Ketika karhutla mengancam lingkungan, dampaknya dapat merembet hingga aktivitas pendidikan. Kondisi tersebut mendorong Jitara IT Software House menghadirkan SI-KARHUTLA, platform digital yang salah satunya memetakan kedekatan titik api dengan lokasi sekolah di Kalimantan Tengah.
SI-KARHUTLA (Sistem Informasi Karhutla Kalimantan) merupakan platform berbasis web yang dapat diakses melalui sikarhutla.jitara.net. Sistem ini menggabungkan berbagai data untuk membantu masyarakat dan pemangku kepentingan memantau potensi ancaman karhutla.
Dalam satu dashboard interaktif, SI-KARHUTLA menyajikan data sebaran hotspot, kondisi cuaca, kualitas udara, serta lokasi sekolah. Inovasi tersebut dikembangkan dalam semangat #AllEyesOnKalimantan.
Founder Jitara Mediatama Grup, Aryadi Gunawan, mengatakan pengembangan SI-KARHUTLA merupakan bagian dari upaya anak muda menghadirkan teknologi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Karena kami ingin kehadiran teknologi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan Tengah, di tengah situasi karhutla yang menuntut kesiapsiagaan kita bersama,” ujar Aryadi.
Ia menyebut karhutla membutuhkan kesiapsiagaan karena kondisinya dapat berubah dengan cepat. Kemudahan memperoleh informasi menjadi salah satu faktor yang diperlukan masyarakat untuk memahami potensi risiko di wilayah masing-masing.
Dalam sistem tersebut, data hotspot berasal dari pemetaan SIPONGI Kementerian Kehutanan. Data itu dipadukan dengan informasi cuaca dan kualitas udara dari Open-Meteo, termasuk arah angin dan tingkat polusi.
Sementara untuk melihat potensi dampak terhadap sektor pendidikan, tim mengintegrasikan data sekolah dari Dapodikdasmen dan PENA Kalteng.
Data tersebut digunakan untuk memetakan kedekatan lokasi sekolah dengan persebaran titik api. Dengan demikian, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran awal mengenai sekolah yang berada di sekitar wilayah berpotensi terdampak.
Informasi tersebut bukan menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan, tetapi dapat digunakan sebagai bahan pendukung kewaspadaan dan mitigasi.
Perwakilan tim pengembang SI-KARHUTLA, Wahyu, mengatakan inovasi tersebut menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Ini adalah langkah nyata kami sebagai anak muda untuk terus berinovasi dan membantu masyarakat menghadapi situasi darurat seperti sekarang. Kami berharap teknologi sederhana ini bisa menjadi instrumen perlindungan bersama,” tutur Wahyu.
Tim pengembang juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui mekanisme open request. Masyarakat dapat memberikan masukan maupun mengusulkan fitur agar platform terus berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.
SI-KARHUTLA memperlihatkan bahwa mitigasi karhutla dapat diperkuat melalui kolaborasi antara data, teknologi, dan partisipasi masyarakat. Bagi sektor pendidikan, informasi mengenai posisi sekolah terhadap titik api dapat menjadi bagian dari kewaspadaan menghadapi kondisi karhutla.
Di tengah #AllEyesOnKalimantan, inovasi anak muda Kalteng tersebut menjadi contoh pemanfaatan teknologi lokal untuk membantu masyarakat bersiap menghadapi ancaman karhutla. (*)










