![]()
MELEKDONG, PALANGKA RAYA — Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kabut asap yang melanda Kalimantan Tengah, tata kelola komunikasi publik Pemerintah Provinsi Kalteng kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan warganet.
Kritik publik menguat setelah sejumlah akun resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kalteng mengunggah ucapan selamat ulang tahun untuk Aisyah Thisia Agustiar Sabran, istri Gubernur Kalteng sekaligus Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng. Unggahan tersebut dinilai kurang sensitif karena dipublikasikan di saat masyarakat sedang menghadapi krisis bencana asap.
Sorotan juga mengarah pada fungsi Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng dalam mengkoordinasikan serta menentukan prioritas informasi publik. Selain polemik media sosial, insan pers turut mempertanyakan berkurangnya intensitas pertemuan langsung atau dialog rutin antara Gubernur dengan awak media dibandingkan periode kepemimpinan sebelumnya.
Menanggapi dinamika tersebut, Kepala Diskominfosantik Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, menyatakan bahwa seluruh respons publik menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bersama.
-
Evaluasi Momentum dan Sensitivitas: Adiah menjelaskan bahwa setiap OPD memang mengelola kanal komunikasinya masing-masing. Namun, pihaknya berjanji akan memperkuat koordinasi agar penentuan substansi, momentum, dan prioritas informasi ke depan lebih peka terhadap kondisi masyarakat.
-
Kemitraan dengan Media: Adiah menegaskan tidak ada semangat untuk menjauhkan pemerintah dari media. Insan pers tetap dipandang sebagai mitra strategis, dan ruang dialog akan terus dibuka sesuai kebutuhan serta dinamika yang berkembang.
-
Prioritas Informasi Bencana: Pemprov Kalteng berkomitmen memastikan informasi terkait penanganan karhutla, kabut asap, dan pelayanan publik lainnya disajikan secara cepat, akurat, terverifikasi, serta mudah diakses oleh masyarakat.










